Terima Kasih Tuhan, Kau Beri Aku Umur Panjang



Terima Kasih Tuhan, Kau Beri Aku Umur Panjang [ www.BlogApaAja.com ]

Usiaku 20 tahun saat itu. Saat aku masihberstatus seorang mahasiswi di sebuah kampus terkenal di kota Surabaya. Saatitu aku memiliki seorang pacar, sebut saja namanya Indra. Kami saling mencintaidan keluarga kami sudah saling merestui. Aku berasal dari keluarga berada, anaktunggal. Ayahku memiliki beberapa bengkel mobil yang lumayan besar, darisanalah keluarga kami menggantungkan hidup. Semua tampak baik-baik saja,kehidupanku berlangsung normal, hingga pada akhirnya aku tahu ada yang tidakberes dengan keluargaku.

Tidak pernah terbayangkan bahwa ayahku yangbaik dan penyabar melakukan perselingkuhan dengan wanita muda, yang usianyatidak jauh berbeda dengan usiaku. Wanita muda itu membuat ayahku menceraikanibu, memilih untuk meninggalkan kami tanpa beban.

Kehidupanku hancur, setiap hari aku melihatibu menangis. Semakin hari, tubuhnya semakin kurus. Ayah melupakan tanggungjawabnya untuk memberi nafkah anaknya. Hanya kepedihan dan air mata yangditinggalkan ayah untuk kami. Wanita muda itu berhasil merebut kasih sayangayah sekaligus kehidupan kami yang bahagia.

Aku dan ibu harus banting tulang membiayaikehidupan kami. Aku meninggalkan bangku kuliah dan mulai bekerja sebagai SPGproduk kecantikan wanita. Dengan gaji yang pas-pasan, aku mulai membiasakandiri tinggal di kontrakan yang sempit dan pengap. Semua hal menyakitkantersebut masih menyisakan harapan, setidaknya, masih ada Indra, pria yang akucintai.

Tetapi hidup tidak bisa memilih. Padaakhirnya, Indra meninggalkanku. Perselingkuhan ayahku dianggap oleh keluarganyasebagai aib. Mereka takut jika aib tersebut akan mencoreng nama baik keluargamereka. Dengan hati yang remuk, aku menerima keputusan ini. Aku tahu Indramelepaskanku dengan berat hati. Aku tahu dia masih mencintaiku, tetapi dia jugapunya tanggung jawab untuk membahagiakan keluarganya.

Air mataku rasanya sudah kering untukmenangis. Aku hanya bisa menertawakan hidupku dengan putus asa. Tuhan tidaksayang padaku, hidupku hancur, orang-orang yang aku cintai meninggalkanku.Untuk apalagi aku hidup?

Satu gelas kecil obat nyamuk cair aku telan.

Semoga saat aku membuka mata, aku sudah beradadi dunia lain. Entah dimana, tempat di mana aku bebas dari kepahitan hidup.

Tetapi.. saat membuka mata, aku masih ada didalam kamar kontrakan yang pengap. Saat kepalaku masih pusing, aku mendengarsuara yang tidak aku kenali. Suara tersebut memintaku untuk meneruskan hidupku,bahwa Tuhan tidak akan pernah memberi cobaan di luar batas kemampuan hamba-Nya.

Aku masih hidup, aku masih bernapas, aku masihmerasakan sakit pada bagian kepala. Aku tidak kehilangan nyawaku setelahmeminum obat nyamuk cair, aku hanya pusing, selebihnya.. aku tidak apa-apa.

Tangisku langsung pecah saat itu. Suara itumenyadarkanku bahwa aku masih punya ibu, sosok yang paling menyayangiku.Bagaimana mungkin aku tega meninggalkan ibu saat dia menjadi wanita yang sangatrapuh.

Pelan-pelan, aku mulai bangkit dariketerpurukan. Aku percaya bahwa Tuhan pasti punya rencana terbaik untukku danibu. Aku mulai menggiatkan kerja keras untuk menambah pundi-pundi pemasukan,memberi les privat untuk anak SD, menjual kue basah buatan ibu pada hariMinggu, apapun akan aku lakukan selama itu halal.

***

Saat ini, aku bekerja di sebuah bank setelahmendapat beasiswa gratis. Posisiku di bagian back office sudah cukup menjaminkesejahteraanku dan ibu. Jika semuanya lancar, enam bulan lagi aku akan menikahdengan seorang pria yang mencintaiku dan menerima kondisiku. Tidak ada lagitangisan seperti dulu. Aku ingin hidupku berguna, setidaknya untuk orang yangselalu menyediakan pelukan dan cintanya untukku.

Aku makin menghargai kehidupan, aku percayabahwa Tuhan tidak akan pernah memberi cobaan di luar batas kemampuan umat-Nya.


Follow On Twitter